Traitor

16 March 2009 | Film - Music | 80 views | 3 Comments

The truth is…
it’s complicated.

Ngomongin soal teroris bagi kalangan dunia barat identik dengan islam. Tidak heran kalau ada opini teroris itu orang islam. Sedemikian hebatnya opini tersebut muncul di permukaan sampai-sampai ada beberapa pihak sangat membenci islam. Imbas ulah dari beberapa orang yang mengatasnamakan islam.

Film ini mencoba memberikan gambaran tentang aksi teror dari sudut manusianya. Diceritakan di dalamnya mengapa seorang Salim yang kebetulan beragama islam mau melakukan aksi teror yang akhirnya merusak citra islam itu sendiri. Dalam hatinya sebenarnya dia tidak mau melakukan itu semua. Namun Salim hanyalah bagian terkecil dari sebuah kelompok teroris. Dibalik semua itu ada yang namanya sebuah jaringan.

Jaringan yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai kepentingan masing-masing. Dan yang mengejutkan tentunya orang-orang itu bisa jadi yang selama ini gembar-gembor anti dengan teroris di muka bumi ini. Siapa sangka orang FBI juga menjadi bagian dari sebuah aksi teroris. Begitu juga dengan seorang pihak keamanan yang menjalin hubungan secara langsung dengan pelakunya.

Kalau dipikir justru lebih berbahaya orang seperti ini yang di depan berteriak anti teroris namun ternyata di belakang merekalah yang menjadi biang keroknya. Orang suruhan yang turun ke lapangan sambil membawa bom lalu meledakkan dirinya sendiri dengan embel-embel mati sahid justru hanyalah menjadi korban belaka. Sedangkan orang yang dibalik layar bisa tertawa merayakan kemenangan.

Pesan moral dari Traitor mencoba untuk mengubah pandangan kita selama ini tentang teroris. Teroris bukan identik dengan islam. Teroris tidak hanya cuma urusan 1-2 orang namun melibatkan banyak orang dan complicated. Mereka melakukan aksinya ada faktor yang mempengaruhinya. Cara berpikir yang keliru dan ada yang memprovokatorinya.

Sayang sekali film yang jalan ceritanya sudah bagus ini harus diberikan ending yang terlalu simple. Ketika dari awal sampai di pengujung film saya bisa terhanyut dalam aliran ceritanya tiba-tiba menjadi “nyangkut” hanya masalah cara penyelesaian konflik yang seperti itu. Terlalu mudah dalam kamus “teroris” yang sebenarnya.

Namun bagaimanapun juga lumayan buat ditonton sekaligus siapa tahu memberikan pandangan baru kepada kita seperti apa teroris itu yang tentunya pada kenyataannya lebih kompleks dari apa yang telah diceritakan di dalam film ini.

» 3 Responses to “Traitor

  1. sherly (Liverpool, United Kingdom)

    dari 3 film yg kamu review, yg ini yg aku inget hehehe… bagus banget film ini, dalem banget maknanya :)

  2. fahmi! (Jakarta, Indonesia)

    it’s complicated? hihi, kayak statusnya frenster :D


Berikan Komentar

Required
(tidak dipublikasikan)

XHTML: Tag yang dapat digunakan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> [spoiler ...] Y!M Emoticon

(Semoga saya ada waktu untuk berkunjung)