The Curious Case of Benjamin Button

25 January 2009 | Film - Music | 94 views | 2 Comments

There is no time limit, start whenever you want. You can change or stay the same. There are no rules to this thing. We can make the best or the worst of it.

Awalnya saya malas untuk menonton film ini. Gimana ngga langsung “ngeper” ketika tahu durasi film ini 2.5 jam lebih. Sebenarnya Bukan masalah lamanya, namun sebelumnya saya sudah dicekokin film Australia yang durasinya juga hampir sama. Kebayang gimana boringnya menonton film yang durasinya hampir sama panjang.

Bagaimanapun juga akhirnya saya tetap maksain nonton karena tergoda banyaknya review yang bilang film ini bagus. Selain itu juga saya suka dengan tag film ini, Life isn’t measured in minutes, but in moments. Ditambah tulisan Benjamin Button yang terbalik membuat penasaran ingin menontonnya.

Alur filmnya ternyata flashback menceritakan kejadian yang telah berlalu. Dan kitapun diajak untuk mundur di sekitar tahun 1920-an dimana cerita film ini dimulai. Termasuk film drama romantis. Cara berceritanya dibuat detail sehingga tidak heran kalau alur ceritanya berjalan lambat dan memakan durasi yang lama.

Jujur boleh dibilang ide cerita film ini cukup bagus dan unik terlepas dari dua orang ternama yang menjadi pemain utamanya, Brad Pitt dan Cate Blanchett. Make up si Brad Pitt yang keliatan anak remaja juga patut diacungin jempol. Namun kalau ngomongin aktingnya di film ini saya sich bilang biasa aja.

Bercerita tentang seseorang yang dilahirkan dalam keadaan abnormal dimana mengalami keadaan fisik layaknya orang lanjut usia berkembang menjadi seorang balita. Awalnya memang tidak terlalu mengganggu dirinya dengan keadaan seperti itu. Namun seiring dengan perjalanan hidupnya yang menemukan perasaan cinta di dalam hatinya lambat laun menimbulkan masalah tersendiri.

Berawal dari lahirnya buah hati dari benih cinta yang ada menimbulkan dilema bagi seorang Benjamin Button. Ada keinginan agar anaknya nanti tidak mengetahui akan keadaan ayahnya yang sebenarnya. Di lain sisi ada perasaan kasih sayang yang cukup besar terhadap istri dan anaknya. Sebuah keputusan akhirnya mesti diambil untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Secara keseluruhan, tidak ada ruginya menonton film ini sampai selesai karena di tiga puluh menit terakhir kita bisa mengambil pesan moral yang terkandung dalam perjalanan hidup seorang Benjamin Button. Recommended buat ditonton namun durasinya yang panjang bisa jadi membuat bosan buat yang tidak suka cerita drama.

» 2 Responses to “The Curious Case of Benjamin Button

  1. christina (Jakarta, Indonesia)

    walaupun alurnya yang mundur,. film benjamin button ini sama sekali nggak bikin kita bingung,. teratur dan rapi dalam menceritakannya…….

    setelah nonton film yang berdurasi “LAMA” ini, saya mengandaikan, jika ini terjadi di dunia nyata,. dimana ia meninggal dalam keadaan bayi kembali…

    OH MI GOD…

    mengembangkan imajinasi yang terpencil di sudut otak kanan, hahahahahaaaaaa….

    satu kata buat yang bikin cerita…

    KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNN,,,,,,,….!!!!!!!!!!

    • [ew] (Surabaya, Indonesia)

      iya teratur dan rapi jadi bisa dicerna jalan ceritanya ngga kayak Seven Pounds bikin pala binun 8-}

      btw, yang nulis cerita orangnya sama ama yg nulis Forest Gump.


Berikan Komentar

Required
(tidak dipublikasikan)

XHTML: Tag yang dapat digunakan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> [spoiler ...] Y!M Emoticon

(Semoga saya ada waktu untuk berkunjung)