GP China: Faktor Kebetulan ?

22 April 2009 | F1 - Racing | 54 views | 2 Comments

Entah mimpi apa tim Red Bull ketika balapan kemarin. Sengaja membawa bahan bakar yang sedikit sehingga bisa start di posisi terdepan. Vettel mampu start di posisi pertama sedangkan rekannya Webber start di posisi ketiga. Rencananya, pas balapan mereka akan menerapkan strategi pitstop 3 kali.

Pitstop 3 kali ? kayaknya bakal memaksa kedua pembalapnya bekerja keras. Masalahnya dua pembalap Brawn GP berada di posisi keempat dan kelima dengan bahan bakar yang lebih banyak. Itung-itungan kertasnya si Red Bull akan masuk pitstop terlebih dahulu sedang Brawn bisa ngacir keliling lap lebih banyak.

Kalau memang skenarionya seperti itu saya ngga percaya strategi Red Bull bisa mengalahkan Brawn GP. Dalam bayangan saya mobil Brawn GP bisa dikebut lebih kencang apalagi mempunyai kesempatan untuk keliling lap lebih banyak sebelum masuk pitstop. Namun bayangan tinggallah bayangan, tidak seindah kenyataan. Race dalam keadaan hujan!

Saya kecewa dengan balapan di Malaysia yang karena gara-gara hujan race akhirnya dihentikan. Eh taunya di Cina juga hujan lagi. Sudah malas aja ketika race dimulai dalam keadaan hujan deras ditambah pake mobil Safety Car pula. Menit-menit awal bukan melihat balapan F1 tapi seperti melihat karnaval mobil. Ngga lucu kalau balapan dihentikan lagi.

Ketika hujan deras seperti ini mobil Brawn GP ternyata “mlempem”. Perkiraan saya salah total dan Red Bull mampu membawa dua pembalapnya naik podium. Dari selisih waktu yang tercatat bedanya cukup jauh. Antara Vettel dengan Webber aja hampir 11 detik. Sedangkan Vettel dengan posisi ketiga, Jenson, terpaut hampir 45 detik. Kasih dah podium GP Cina buat Red Bull.

Kemenangan Red Bull karena kebetulan hujan ? Terlalu dini untuk menilai Red Bull superior. Minggu depan kita liat siapa yang menjadi jagoan. Ketika hujan Red Bull boleh berbangga dengan mobilnya yang cepet. Race akan diadakan di Bahrain yang mempunyai track yang kering dan panas. Kalau memang kemarin menang bukan karena hujan mestinya di track kering juga ngga masalah.

Kalau sudah begitu tinggal pilih, mau Brawn GP, Toyota, atau Red Bull yang menang lagi. Eh taunya Ferrari… siapa tahu ? Secara dua tahun terakhir juaranya si Massa.

Result GP Cina
Juara 1: Sebastian Vettel (Jer/Red Bull) 1:57:43,4852
Juara 2: Mark Webber (Aus/Red Bull) +10,9
Juara 3: Jenson Button (Ing/Brawn GP) +44,9
Fastest Lap: Rubens Barichello (Bra/Brawn GP) 1 menit 52,592 detik

» 2 Responses to “GP China: Faktor Kebetulan ?

  1. fahmi! (Jakarta, Indonesia)

    hujan dan safety car bikin balapan jadi berantakan. segala strategi habis semua. kalo udah gini, nggak cuman pembalap yg berlomba, orang2 pinter di pit wall juga ikut ‘balapan’ :D

  2. iks (Bekasi, Indonesia)

    Sudah terbukti bung, mantab di hujan dan mantab di gurun ;))

    itu juga Kangmas karna terhalang, huhu padahal lumayan naek 7 posisi :D


Berikan Komentar

Required
(tidak dipublikasikan)

XHTML: Tag yang dapat digunakan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> [spoiler ...] Y!M Emoticon

(Semoga saya ada waktu untuk berkunjung)