Saya ingin tahu alasan perubahan strategi itu. Jika terjadi lagi, saya tak mau lagi menuruti perintah tim. Biarkan semua orang tahu ini. (Rubens Barrichello)
Brawn GP finish 1-2 tidaklah terlalu mengejutkan. Ngga perlu dibahas apalagi dibuat sensasional. Begitu pula dengan posisi 3-4 yang diraih Red Bull. Seperti yang sudah-sudah, kalau ngga Brawn GP, Red Bull, atau Toyota. Namun, hanya Toyota yang belum merasakan nikmatnya podium 1.
Daripada membahas juara balapannya mending ngomongin soal isu team order. Brawn GP memang berhasil menempatkan dua pembalapnya Jenson Button dan Rubens Barrichello finish 1-2. Namun sayang hasil yang sempurna itu menyisakan tanda tanya soal team order yang dilakukan oleh Brawn GP.
Barrichello yang kemarin start diposisi ke-3 mampu membalap JB di posisi terdepan. Dengan membawa bahan bakar yang lebih banyak tentunya lebih menguntungkan karena JB mesti masuk pitstop lebih awal. Kalau dalam situasi normal tidak bisa dibalap ama JB maka sampai akhir balapan semestinya Barrichello bisa finish pertama.

Dalam situasi seperti itu ternyata ada perubahan strategi di pihak JB. Pitstop yang rencananya dilakukan tiga kali berubah menjadi dua. Sedangkan Barrichello tetap melakukan pitstop tiga kali. Tentu saja hal ini sangat merugikan Barrichello yang akhirnya mau tidak mau harus finish kedua di belakang JB.
Apakah ini sengaja dilakukan Brawn GP yang lebih mengutamakan JB yang menang daripada seorang Barrichello dibantah oleh Ross Brawn sendiri. Namun saya tetap ngga ngerti dengan alasan dia soal perubahan jumlah pitstop JB. Perubahan itu untuk memastikan ada pembalap Brawn yang finish di depan pembalap Red Bull dan Ferrari.
Barrichello sendiri mengaku heran dengan perubahan pitstop JB dan mengaku kecewa. Walaupun akhirnya dia bilang tidak ada masalah dengan semua itu. Namun, komentar-komentar yang dilontarkan sebelumnya sudah memberikan kesan bahwa memang Barrichello dianaktirikan. Kondisi yang sama ketika dia berada di tim Ferrari bersama Michael Schumacher.
Sebenarnya kalau dipikir, misal JB mesti finish di urutan 2 juga ngga begitu gawat. Dengan finish kedua dia mendapat poin 8 total poinnya menjadi 39. Masih cukup jauh dengan perolehan poin yang didapat Barrichello yang setelah race kemarin baru mendapat 27 sedangkan peringkat ketiga si Vettel mendapat poin 23.
Bagaimanapun kalau juara namun menyisakan hal-hal yang negatip hasilnya juga tidak memuaskan dan ada yang ganjel. Sama halnya di sepakbola kemarin ketika Barcelona berhasil lolos ke final Liga Champions. Hasil yang bagus namun buntutnya tidak mengenakkan karena menuai banyak protes dari pemain lawan atas kinerja wasit yang ngga bagus.
Result GP Barcelona
Juara 1: Jenson Button (Ing/Brawn GP) 1:37:19,202
Juara 2: Rubens Barrichello (Bra/Brawn GP) +13,0
Juara 3: Mark Webber (Aus/Red Bull) +13,9
Fastest Lap: Rubens Barichello (Bra/Brawn GP) 1 menit 22,762 detik


duh…. taun ini gak ngikutin balap2an euy….