Bridge to Terabithia

20 February 2009 | Film - Music | 205 views | 4 Comments

Just close your eyes…
but keep your mind wide open.

Setelah kecewa dengan fantasi Bedtime Stories maka semuanya jadi terobati dengan film fantasi yang satu ini. Baik ceritanya maupun musik scoringnya yang nyatu di telinga ditambah dengan penampakan si Annashopia Robb menambah daya tarik tersendiri.

Sama-sama fantasi namun saya lebih menikmati cerita film ini dibanding Bedtime Stories. Walaupun terasa ngayal banget namun justru disitu kekuatannya. Cara berfantasinya ngga nanggung. Beda dengan fantasi kuda tapi warnanya merah diberi nama Ferrari –gubraakzzz… Belum lagi imajinasinya tentang cinta bikin Bedtime Stories ngga banget.

Jess Aarons (Josh Hutcherson), tinggal di dalam sebuah keluarga yang campur aduk. Sebagai orang tua, ayah ibunya seringkali tidak peduli dengan perkataan si Jess. Hal inilah yang membuat Jess menjadi sosok yang terkucil cenderung untuk menyendiri. Disaat menyendiri seringkali menuangkan imajinasinya dalam sebuah gambar coretan tangan.

Suatu hari di sekolahnya kedatangan murid baru, Leslie Burke (AnnaSophia Robb), yang ternyata tempat tinggalnya bersebelahan dengan rumahnya alias tetanggaan. Awalnya Jess tidak terlalu peduli dengannya justru Leslie yang cenderung ingin berteman dan tidak canggung untuk mengajak Jess ngobrol. Lama-kelamaan akhirnya menjadi akrab dan selalu bermain bersama.

Kebetulan si Leslie ini anaknya suka berimajinasi yang diungkapkannya dalam setiap perkataannya ketika mereka sedang bermain. Leslie pula yang pertama kali mengatakan gambar coretannya Jess sangat bagus. Hal inilah yang membuat Jess seakan-akan menemukan teman yang mengerti dan peduli dengannya. Ngga heran semenjak itu setiap pulang sekolah selalu bermain berdua.

Sampai akhirnya mereka tidak sengaja menemukan tempat bermain yang cocok dijadikan base camp. Tempat yang bisa memberi mereka imajinasi sepuas-puasnya yang akhirnya oleh Leslie diberi nama Terabithia. Hari demi hari mereka lewatin bersama di dunia Terabithia. Sebuah dunia yang membawa perubahan terhadap diri seorang Jess Aarons.

Melihat film fantasi begini janganlah terlalu dibawa ke logika, tapi cukup dinikmatin saja. Mungkin awalnya memang terasa aneh namun memang seperti itulah yang namanya imajinasi penuh dengan halusinasi. Ada batas antara dunia nyata dan halusinasi namun terkadang jusru membuat perubahan di kehidupan nyata seseorang.

Wajib ditonton kalau anda penyuka film-film fantasi. Apalagi kalau sebelumnya sudah melihat Bedtime Stories. Rasakan bedanya antara imajinasi garing kuda Ferrari si Skeeter dan imajinasi Terabithia si Leslie. Just close your eyes… but keep your mind wide open.

» 4 Responses to “Bridge to Terabithia

  1. DenNia JAzmiene Iskandar (Jakarta, Indonesia)

    Yaa ampuun ni film tuh emg seruu bgt gw ja sampe gk bosen bosen bwt nonton nya ni film tuh sreu bgt so sweet,asiik Tpi yg pling nyebelin knapaaa leslie hruss mninggal?sama kan Jess Rajannya terabithia,Maybelle putrinya,ratunya Leslie dong… coba aja critanya mayat leslie blom ditemuin pas di Bridge to terabihia 2 leslie nya balik pasti seru bgt tu

  2. Fajrianur Afnan (Jakarta, Indonesia)

    Gw pengen bgt nonton ni film!! Plizz donk kasi info.x dmana bisa pesen DVD felmnya k balikpapan!! Tolooong!!

  3. saika (Jakarta, Indonesia)

    emank nich film baguszzzzz buangentszzzz jadi ke.pengen nonton teyusx

  4. aliefa (Jakarta, Indonesia)

    knp sih koq si leslie meninggal… udah si leslie meninggal meninggalnya g jelas lg!!!!


Berikan Komentar

Required
(tidak dipublikasikan)

XHTML: Tag yang dapat digunakan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> [spoiler ...] Y!M Emoticon

(Semoga saya ada waktu untuk berkunjung)