There are some fish that cannot be caught. It’s not that they are faster or stronger than other fish, they’re just touched by something extra.
Seringkali kita tidak menyadari apa yang orang lakukan harus sesuai dengan pola pemikiran kita. Kalau tidak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran kita langsung dijudge hal itu adalah salah, tidak benar, aneh, tidak normal, dan penilaian negatip lainnya.
Big Fish menceritakan seorang bapak yang gemar sekali bercerita tentang pengalaman hidupnya. Ceritanya dijadikan sebuah dongeng kepada anak laki-laki satu-satunya menjelang dia tidur. Hal ini terus berlanjut sampai anaknya dewasa dan bercerita juga kepada orang-orang ada yang ada di sekitarnya.
Sayang sekali cerita pengalaman hidup Ed Bloom (Albert Finney) ini justru dari awal tidak disukai oleh sang anak, Will Bloom (Billy Crudup). Will merasa aneh mendengar cerita ayahnya tersebut. Menurutnya, apa yang diceritakan bukan sebuah pengalaman hidup namun hanya boongan belaka. Terlalu dibuat-buat dan berlebihan.

Ketidaksukaan ini akhirnya membuahkan perdebatan antara Will dan ayahnya. Will mengungkapkan kekecewaan atas kelakuan ayahnya yang suka membual di hadapan orang banyak. Disisi lain, ayahnya tidak terima dikatakan mengarang cerita pengalaman hidupnya. Itu adalah memang benar cerita-cerita pengalaman hidupnya bukan boongan belaka.
Semenjak adanya perdebatan itu hubungan ayah dan anak jadi merenggang. Walaupun Will sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari orang tuanya namun tidak ada kontak atau komunikasi antara Will dan ayahnya. Kalaupun ada hanya sebatas kepada ibunya seorang. Ed juga begitu, walaupun sebagai seorang ayah akan tetapi jarang menanyakan kabar anaknya.
Ini film drama yang durasinya lumayan sekitar 2 jam dan ada bumbu fantasinya. Jangan kaget atau heran kalau ada scene orang sedang mengedarai mobil di tengah hujan yang lebat lalu tenggelam ke dasar laut tau-tau sudah berada di atas pohon. Itu tidak terlalu penting dibanding pesan moral yang ingin disampaikan melalui film ini secara keseluruhan.
Bahwa kita tidak bisa memaksakan apa yang dilakukan orang berdasarkan cara berpikir kita sendiri. Setiap orang mempunyai sifat dan sikap yang berlainan dan bisa menimbulkan perbedaan antara kita. Namun bukan berarti memaksakan perbedaan itu untuk disamakan. Melainkan kitanya yang mesti bisa menerima dan menempatkan diri di antara perbedaan yang ada.

