Avatar

29 December 2009 | Film - Music | 54 views | 2 Comments

You are not in Kansas anymore. You are on Pandora, ladies and gentleman.
(Col. Quaritch)

Bisa menjadi pelajaran penting berkaitan dengan film adalah terkadang ada persamaan judul namun tokoh dan ceritanya sangat berbeda. Begitu pula dengan film ini. Membaca judul film ini pikiran kita mungkin akan tertuju ke Aang tokoh sebuah film animasi dengan judul yang sama. Ngga heran ada yang “kecele” begitu melihat ketika filmnya diputar.

Avatar Movie
Avatar. Judul boleh sama namun tokoh dan cerita bisa saja berbeda.

Avatar yang dimaksud di film ini adalah sebuah rekayasa genetik tubuh manusia. Sengaja dibuat untuk melengkapi misi ekspedisi ke Pandora, planet yang letaknya sekitar 4.3 juta tahun cahaya dari bumi. Diharapkan dengan adanya avatar ini manusia bisa berinteraksi dengan kehidupan yang ada di sana, khususnya penghuni planet tersebut, kaum Na’vi.

Kalau sudah pernah melihat film Surrougate ada kemiripan dengan teknologi rekayasa genetika seperti ini. Hanya saja kalau di Surrogate masih berbentuk seperti tubuh manusia sedang di Avatar dibuat menyerupai bentuk fisik spesies Na’vi. Makhluk berwarna biru yang tingginya hampir 10 kaki dan mempunyai ekor.

Avatar Movie
Hybrid. Rekayasa genetik spesies Na’vi yang tingginya hampir 10 kaki.

Dengan bimbingan Dr. Grace Augustine (Sigourney Weaver), Jake Sully (Sam Worthington), seorang veteran yang kebetulan mengalami kelumpuhan bagian bawah, menjadi salah satu personel yang ikut dalam ekspedisi ini. Dia didapuk untuk mengontrol avatarnya dalam mengeksploitasi alam Pandora.

Tugas inilah yang membawa dia bertemu dengan Neytiri (Zoe Saldana), putri sekaligus pejuang tangguh kaum Na’vi. Lambat laun Jake malah merasa jatuh cinta pada sosok Neytiri ini. Di sisi lain, ekspedisi yang awalnya hanya untuk meneliti kandungan mineral berubah menjadi eksploitasi besar-besaran yang merusak alam Pandora.

Memang dari segi cerita mungkin tidak ada hal yang baru. Lagi-lagi memperlihatkan sifat manusia yang arogan, tamak dan perusak. Di antaranya muncul seorang pahlawan yang berusaha menyadarinya dan melawan semua itu. Tidak lupa diberi bumbu percintaan sebagai pemanis. Hanya saja ini percintaan antara dua spesies yang berbeda.

Avatar Movie
Cinta. Sudah menjadi tradisi biar sedap dikasih bumbu pemanis.

Bisa dibilang terwujud sudah impian James Cameron, sutradara yang sukses membuat film fenomenal Titanic. Seperti apa yang dituturkannya bahwa ide pembuatan film ini muncul sebelum penggarapan film Titanic. Namun, semua itu mesti menunggu adanya kemajuan teknologi yang bisa merealisasikan impiannya tersebut.

Dan hasilnya bisa dilihat di film Avatar ini. Penantian yang tidak sia-sia mengingat apa yang disuguhkan di dalam film ini sungguh memperlihatkan teknologi penggabungan unsur 3D dengan unsur nyata secara halus dan rapi. Visualisasi 3D alam Pandora yang cukup indah ditambah dengan alunan musik yang cukup balance mengiringi setiap scenenya.

I see you…

Story: 7 | Characters: 8 | Visual-Graphic: 10 | Sound-Music: 8 | Satisfaction: 8.5

» 2 Responses to “Avatar

  1. iks (Bekasi, Indonesia)

    I see you too…

    ;;)

    scene yang mirip Titanic pas pohonnya rubuh tuh :P

    geezz…bagus benerr! I mean it.

  2. Sherly (Liverpool, United Kingdom)

    We loveeeeeeeeee this movie!!! We watched it twice heheh… Absolutely fantastic :D


Berikan Komentar

Required
(tidak dipublikasikan)

XHTML: Tag yang dapat digunakan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> [spoiler ...] Y!M Emoticon

(Semoga saya ada waktu untuk berkunjung)