(500) Days of Summer

20 December 2009 | Film - Music | 138 views | 7 Comments

Just because she’s likes the same bizzaro crap you do, doesn’t mean she’s your soulmate. (Rachel Hansen)

That’s it. Saya pernah mendengar ada pendapat kalau seorang cowok cenderung menggunakan logikanya dalam berpikir sedangkan cewek menggunakan perasaannya untuk berpikir. Ketika seorang cowok sangat dekat dengan seorang cewek dan merasa selalu nyambung dengan omongannya maka cenderung untuk berpikir, she is true my girlfriend atau mungkin lebih ekstrim berikrar dia adalah calon istrinya.

Di sisi lain, dalam kondisi seperti itu seorang cewek malah just easy going. Walaupun terlihat akrab, kemana-mana selalu bersama, namun bisa jadi semua itu hanya sebatas teman baik, teman curhat, teman bermain, sahabat, atau yang sering dibuat argumen, dia tidak lebih sudah seperti kakaknya sendiri. Ngga heran kalau ada pandangan terhadap cewek, she is complicated, sekarang A besuk B, C atau mungkin saja Z. Susah untuk dimengerti.

Dan film 500 Days of Summer mencoba memberikan gambaran mengenai hal tersebut. Di awal film sudah ditekankan bahwa “This is not a love story”. Terlepas dari cerita cinta atau bukan namun pada intinya tetap saja satu, cinta. Cerita tentang seorang Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt) yang di kantor secara tidak sengaja bertemu dengan wanita idamannya melalui sosok Summer Finn (Zooey Deschanel).

500 Days of Summer
Holy shit. To die by your side is such a heavenly way to die. I love them.

Ketika Tom merasa apa yang dijalani selama ini sudah seperti sepasang kekasih namun bagi Summer semua itu hanyalah sebatas teman baik. Sebuah lembaran perjalanan cinta yang penuh emosional dalam 500 hari. Diceritakan secara acak maju mundur tidak berurutan hari demi hari. Mungkin bisa saja membuat bingung untuk mengikuti ceritanya. Namun janganlah terpaku dengan lembaran angka untuk menyambung jalan ceritanya satu dengan yang lainnya.

Tidak jarang disisipkan adegan-adegan konyol yang memancing tertawa atau mungkin tersenyum simpul mendengar ada beberapa kata vulgar yang terucap berkali-kali. Begitu juga dengan alunan musik yang mengalun di beberapa scene terasa pas terdengar mengiringi cerita yang ada, salah satunya seperti alunan “Sweet Disposition”. Beberapa visualisasi terkadang juga sempat mengundang tawa atau kalau perlu dibuat dua frame untuk menerangkan perbedaan.

500 Days of Summer
Poor Tom. Expectations dan Reality bagaikan langit dan bumi.

Boleh dibilang film yang skenarionya ditulis oleh Scott Neustadter dan Michael H. Weber ini cukup apik. Begitu juga dengan sang sutradara Marc Webb dalam meracik film. Bumbu romantisnya cukup pas buat saya. Tidak yang terlalu penuh dengan suasana “lope-lope”. Bahkan campuran kadar humor dan kata-kata vulgarnya ikut menambah sense comedy in romance 500 Days of Summer.

Overall, apa yang ingin disampaikan film ini cukup mengena di pikiran saya sekaligus menjadi hiburan tersendiri. This is a story of boy meets girl, Bitch.

» 7 Responses to “(500) Days of Summer

  1. fahmi! (Jakarta, Indonesia)

    ah, menarik. aku belum liat. jadi pingin liat, hehe. thx 4 sharing :)

  2. Sherly (Liverpool, United Kingdom)

    aku beluum liat… hmmm mungkin harus coba nonton ;)

    • [ew] (Jakarta, Indonesia)

      sebenernya lebih ngena buat yg masih pacaran, tapi ngga ada salahnya coba ditonton :)

  3. iks (Bekasi, Indonesia)

    This is a story of boy meets girl, Biatchhh. :P

    ternyata gitu yah cowo sebenernya gak jauh beda juga sih, pinjem yah film nyaaa..

  4. Ekky (Jakarta, Indonesia)

    buat saya film ini keren banget. saya suka endingnya… Autumn? Keren, saya gak nyangka kok ya kepikiran abis ketemu Summer trus Autumn. hahaha..

    btw, saya jatuh cinta sama soundtrack film ini. keren-keren sekali! saya jadi suka Regina Spektor, The Smiths dan The Temper Trap. keren-keren..


Berikan Komentar

Required
(tidak dipublikasikan)

XHTML: Tag yang dapat digunakan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> [spoiler ...] Y!M Emoticon

(Semoga saya ada waktu untuk berkunjung)