3 Doa 3 Cinta

2 January 2009 | Film - Music | 144 views | 6 Comments

3 Doa 3 CintaLumayan masih ada film Indonesia yang waras dari kepungan film-film Indonesia yang geje. Bukannya tidak mencintai produk dalam negeri tapi apa sich yang menarik dari sebuah film yang dari judulnya aja sudah bikin males ? Seperti kayak “Mas Suka, Masukin Aja”, “Anda Puas, Saya Loyo”, dan teman-temannya.

Balik lagi ke film 3 Doa 3 Cinta, image Nicholas Saputra dan Dian Sastro yang bermain dalam satu film mungkin tidak lepas dari film Ada Apa Dengan Cinta. Sehingga membuat saya terjebak ketika melihat poster film ini. Timbul dalam bayangan saya ini film tentang percintaan antara mereka berdua.

Ternyata bukan, boleh dibilang dipilihnya mereka berdua hanya untuk memancing orang, seperti saya, untuk tertarik menontonnya. Ceritanya jauh dari soal percintaan walaupun judulnya menyinggung kata cinta. Film ini dibuat berdasarkan pengalaman sang sutradara ketika dulu menimba ilmu di lingkungan pesantren.

Ceritanya lebih fokus kepada minat dan harapan tiga orang anak pesantren setelah lulus atau keluar dari pendidikan pesantrennya. Sedangkan Dian Sastro boleh dibilang sebagai pemain figuran yang kebetulan menolong si Huda dalam mencari ibunya. Kalau tidak ada Dian Sastropun tidak mengubah inti dari cerita filmnya.

Hanya bedanya Dian di film ini ditantang untuk memerankan seorang penyanyi dangdut yang mempunyai hasrat besar untuk menjadi seorang model terkenal. Perannya ini merupakan tantangan baru bagi Dian Sastro. Namun sebenarnya ngga terlalu luar biasa dengan peran penyanyi dangdutnya itu. Ngga jelek tapi juga ngga yang gimana gitu.

Spoiler » 3 Doa 3 Cinta
Detailnya film ini lebih menitikberatkan kepada kehidupan di lingkungan pesatren dimana ceritanya lebih fokus kepada 3 murid pesatren. Ketiga anak itu adalah Huda (Nicholas Saputra), Rian (Yoga Pratama), dan Syahid (Yoga Bagus). Masing-masing memiliki latar belakang kehidupan sendiri-sendiri.

Si Huda tidak pernah lagi bertemu dengan ibunya sejak dititipkan di pesatren. Sampai akhirnya berkenalan dengan Dona Satelit (Dian Sastro), penyanyi dangdut dari Jakarta, yang kebetulan sedang pentas di pasar malam dekat pesantren. Huda kemudian meminta bantuan Dona untuk mencari ibunya tersebut.

Sedangkan sosok Rian sangat tertarik dengan foto dan film. Maklum ayahnya mempunyai usaha studio foto. Namun ayahnya sekarang sudah meninggal, jadi dia mempunyai keinginan untuk meneruskan usaha ayahnya nanti setelah menyelesaikan pendidikan pesantrennya. Betapa senangnya dia ketika mendapat kado handycam dari ibunya.

Lain halnya dengan Syahid, karena faktor tekanan dalam hidupnya dimana ayahnya sakit dan membutuhkan biaya besar untuk biaya perawatannya, membuat jalan pikirannya menjadi keras. Hal ini yang akhirnya membuat dia bergabung dalam kelompok islam garis keras yang sangat membenci dunia Barat dan orang bule.

Secara keseluruhan bukan film yang membuat saya terkesan namun juga bukan film yang jelek. Sebenarnya cerita di pesantrennya itu yang lumayan bisa dinikmati. Bahkan bisa membuat saya tertawa. Namun semuanya jadi “drop” ketika masih saja mengangkat isu islam dan teroris, bosen ngeliatnya kayak ngga ada tema lain.

Bagaimanpun juga lumayanlah masih ada film indonesia yang masih bisa ditonton dari kepungan film-film indonesia yang judulnya aneh tadi.

Catatan: Tulisan ini repost postingan tanggal 21 Desember 2008 dengan judul yang sama dari http://catatan.edyw.com.

» 6 Responses to “3 Doa 3 Cinta

  1. iks (Bekasi, Indonesia)

    duh gimana yah, filmnya ngantuk, tau sih film festival ato apalah namanya tapi ga bikin greget he he mana hepi ending, distro nya ga meaning, di poster nya dipasang distro biar komersil ajah dan narik buat nonton, pinter :P

    penampilan distro jadi penyanyi dangdut engga fenomenal dibanding Tikam sih, mustinya norak dikit he he… mbosenin, mendingan liat sandra dewi setidaknya dia bisa bilang , “sedih yaaah…” jadi bikin greget :D

    nah, tau gitu mending nonton Bolt :P

    • [ew] (Jakarta, Indonesia)

      Bussett, masih inget aja sawi ngomong itu…

      Klo soal greget bin gregetan, nonton film The Mist dech… itu film bikin greget n gedek :P

      Balik soal 3D3C, iya sich distro disini ngga ada yg istimewa, paling ya bisa akting dangdut, selesai. Ngga ada yg berkesan. Terus kok pas denger dia ngomong telinga ini aneh ya denger logatnya.

      Spoiler » nanya euy…
      Btw, itu handycam kok tau-tau bs di tangan intel (polisi) emangnya dibuang di tong sampah ama romo gitu? secara doi gtau itu barang apaan… :-/
  2. fahmi! (Surabaya, Indonesia)

    distro? tikam? sawi? :))

    kalian orang2 galia memang gila, demi jupiter !

    btw aku belom nonton filem ini. lagi nggak pingin nonton2 gitu. tapi pacarku pingin nonton filem ini. mbuh wes.

  3. fahmi! (Surabaya, Indonesia)

    aaahh… default avatarnya nggilani! :D


Berikan Komentar

Required
(tidak dipublikasikan)

XHTML: Tag yang dapat digunakan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> [spoiler ...] Y!M Emoticon

(Semoga saya ada waktu untuk berkunjung)